INDIEnews.id – Agar tidak terperangkap investasi, ada baiknya memahami jenis-jenis investasi. Pasalnya tidak jaminan investasi untung cepat dalam waktu singkat.

“Prinsipnya di investasi bodong itu bonus-bonus yang kita peroleh, kalau secara normal semakin banyak barang kita jual, semakin banyak fulus kita. Tetapi yang terjadi di money game, ini masih perlu kita sampaikan ke masyarakat, semakin banyak orang direkrut semakin banyak bonus kita. Artinya semakin banyak yang kita tipu, semakin banyak uang yang masuk kantong kita ini,” ujar Kepala Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing, Rabu (29/09/2021)

“Jadi pemahamannya kita perlu kesadaran di masyarakat dan perlu pemahaman terhadap jenis-jenis investasi,” lanjut Tongam.

Tongam mengatakan dalam melihat pemahaman investasi, kembali lagi pada diri masing-masing. Karena tidak sedikit mereka yang tertipu investasi bodong, berpendidikan tinggi.

“Tidak hanya yang berpendidikan rendah, yang tinggi pun kena. Kita lihat contohnya kasus Pandawa Depok, kemudian kasus Dimas Kanjeng Probolinggo itu profesor sampai doktor juga masuk ke sana. Mereka yakin uang itu bisa digandakan. jadi tergantung pada kalau bisa saya katakan kepada kesadaran kita,:”

Tongam menjelaskan dari segi rasionalitas investasi bodong juga bisa di deteksi. Secara logika prinsipnya tanpa bekerja tidak mendapat uang.

“Karena sekarang kita di iming-iming tidak harus kerja dapat uang, contohnya sekarang ada auto gajian kita gajian tanpa bekerja tapi kita digaji dari orang direkrut kemudian orang yang digaji dari orang yang direkrut ini kayak multilevel gajian apa iya ? enggak masuk akal tapi banyak juga masuk ke sana ,” pungkasnya

Source: Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *