IndieNews.id — Ketombe adalah kondisi umum yang menyebabkan kulit terkelupas di kulit kepala. Kulit ini sering rontok, meninggalkan serpihan putih di bahu Anda.

Beberapa orang dengan ketombe terus mengalami kerontokan rambut.  Melansir dari Healthline, dalam kebanyakan kasus, ketombe tidak secara langsung menyebabkan kerontokan rambut.

Namun, rasa gatal yang ditimbulkannya dapat menyebabkan garukan. Ini dapat melukai folikel rambut Anda, yang menyebabkan kerontokan rambut, meskipun bukan kebotakan total.

Baca juga: 4 Manfaat Kopi untuk Rambut yang Sayang untuk Dilewatkan  

Selain itu, ketombe bisa meningkatkan rambut rontok pada orang dengan androgenic alopecia, suatu kondisi yang menyebabkan kebotakan pada pria dan wanita.

Untuk mencegah kerontokan rambut karena ketombe, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Namun, perlu diingat bahwa mencegah kerontokan rambut terkait ketombe berfokus pada menghilangkan rasa gatal.

Cara oni akan mengurangi keinginan Anda untuk menggaruk dan melindungi folikel rambut Anda dari kerusakan lebih lanjut.

Mengenali penyebabnya

Beberapa hal dapat menyebabkan ketombe, mulai dari kebiasaan mencuci rambut hingga kondisi kulit yang mendasarinya.

Jika Anda tidak yakin apa yang menyebabkan ketombe, konsultasikan dengan dokter. Mereka dapat memeriksa kulit kepala Anda untuk membantu menentukan apakah ketombe Anda hanya karena terlalu sering mencuci rambut atau tidak.

Mereka juga dapat memeriksa tanda-tanda masalah mendasar, seperti berikut.

Kulit kering. Ini menghasilkan serpihan kecil yang biasanya tidak disertai kemerahan atau peradangan.

Seboroik dermatitis. Kondisi ini menyebabkan ruam yang sering terlihat merah, bersisik, dan berminyak. Serpihan kulit yang dihasilkan bisa berwarna putih atau kuning.

Malassezia. Malassezia adalah jamur yang ditemukan di kulit kepala banyak orang. Namun, terkadang dapat mengiritasi kulit kepala Anda dan menyebabkan pertumbuhan sel-sel kulit ekstra. Ketika sel-sel kulit ini mati, kondisi ini bisa menyebabkan ketombe.

Dermatitis kontak. Kepekaan terhadap bahan tertentu dalam produk, seperti sampo atau pewarna rambut, yang Anda gunakan pada rambut atau kulit kepala dapat menyebabkan kulit merah dan bersisik.

Setelah Anda mengetahui penyebab utama ketombe, Anda dapat mengobatinya dengan lebih efektif.

Baca juga: Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Cara mengatasi rambut rontok karena ketombe

Gunakan sampo obat

Jika Anda belum melakukannya, coba gunakan sampo obat yang dirancang untuk membantu mengatasi ketombe.

Cari produk yang mengandung salah satu bahan berikut:

  • seng pirinthione
  • asam salisilat
  • ketokonazol
  • selenium sulfida

Untuk kasus ketombe ringan, Anda mungkin hanya perlu menggunakan sampo obat selama beberapa minggu.

Jika Anda memiliki rambut berwarna terang, Anda mungkin ingin menjauhi selenium sulfida, yang dapat menyebabkan perubahan warna.

Gunakan kondisioner

Terlepas dari penyebab utama ketombe Anda, penting untuk menghidrasi kulit kepala Anda dengan kondisioner.

Ini sangat penting saat menggunakan sampo obat, terutama yang mengandung asam salisilat. 

Untuk manfaat tambahan, cobalah memijat kulit kepala Anda dengan minyak kelapa, lalu bilas.

Selain melembapkan, minyak kelapa memiliki sifat antijamur. Faktanya, sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa aktivitas antijamurnya mirip dengan ketoconazole, bahan umum dalam sampo antiketombe.

Hindari menggunakan minyak pada kulit kepala jika Anda menderita dermatitis seboroik. Minyak ekstra terkadang dapat memperburuk kondisi ini.

Hindari produk rambut yang mengiritasi

Pewarna rambut dan produk rambut lainnya sering mengandung bahan yang dapat mengiritasi kulit sensitif.

Hal ini dapat menyebabkan dermatitis kontak. Pengawet dan wewangian adalah penyebab umum dermatitis kontak pada kulit kepala Anda.

Contoh bahan yang berpotensi mengiritasi dalam produk rambut meliputi:

  • wewangian alami atau buatan
  • pemutih
  • deterjen
  • formaldehida

Kelola stres

Meskipun stres tidak secara langsung menyebabkan ketombe, stres dapat melemahkan sistem kekebalan Anda dari waktu ke waktu.

Hal ini dapat membuat kulit kepala Anda lebih sensitif terhadap jamur malassezia yang terjadi secara alami. 

Cobalah untuk mengelola stres Anda dengan mempraktikkan teknik relaksasi, seperti yoga atau meditasi. Bahkan berjalan-jalan di sekitar blok atau melakukan pernapasan terkontrol selama satu atau dua menit dapat membantu.

Source: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *