Jakarta, INDIEnews – Indonesia Financial Group (IFG) melalui IFG Progress bersama dengan anak usahanya, PT Bahana Sekuritas, dan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (JAMDATUN) menggelar diskusi peningkatan pemahaman risiko pasar modal. Kerjasama ini diharapkan bisa menciptakan sinergi positif dalam pelaksanaan tugas masing-masing institusi.

Direktur Keuangan dan Umum IFG, Rizal Ariansyah mengungkapkan, kerjasama dalam sosialisasi dan edukasi mengenai ekosistem dan transaksi di pasar modal diharapkan mampu meningkatkan hubungan kerjasama IFG Progress dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara serta Jaksa Pengacara Negara di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Dapat ‘Warisan’ dari Jiwasraya, Begini Kinerja IFG Progress pada 2021

“Sehingga akan menciptakan sinergi positif dalam pelaksanaan tugas di masing-masing institusi,” jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (⅓).

Kejaksaan Agung RI, khususnya Jaksa merupakan instansi pemerintah yang memiliki kewenangan dalam memberikan layanan hukum dan pendampingan kepada instansi pemerintah dan BUMN.

Melihat pada perkembangan di tahun 2021 lalu, pertumbuhan investor saham mengalami peningkatan tertinggi sepanjang sejarah, mencapai hingga 108% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 3,6 juta investor, dengan frekuensi transaksi harian mencapai 1,3 juta. Dengan semakin tingginya jumlah investor dan transaksi di pasar modal, maka semakin penting untuk memperdalam risiko-risiko apa saja yang harus diantisipasi, termasuk oleh pihak kejaksaan.

Saat ini mayoritas investor pasar modal adalah kelompok usia muda, bahkan 39% diantaranya adalah usia 18 – 25 tahun. Kelompok investor ini kebanyakan mengenal pasar modal melalui media sosial. Hasilnya, banyak investor-investor muda yang tidak memiliki pemahaman menyeluruh dan terpapar pada risiko yang lebih besar.

Terkait dengan hal ini, Marco Kawet, Head of Jakarta Representatives, Bursa Efek Indonesia memaparkan, instrumen investasi membutuhkan pemahaman teknis yang baik dengan mempertimbangkan risiko yang akan didapatkan, mengukur diversifikasi, melakukan analisa mendalam, dan memantau performa produk investasi yang dimiliki dibandingkan dengan target investasi yang ditentukan.

Merespon adanya peningkatan risiko sektor keuangan, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara telah menginisiasikan penegakan hukum korporasi sektor keuangan dengan pembentukan metode audit hukum untuk korporasi sesuai standar internasional.

“Dari sisi Jaksa Pengacara Negara (JPN), saat ini telah dibentuk metode audit hukum terkait dengan korporasi yang mengadopsi metode audit keuangan sesuai standar internasional. Metode ini menjadi pedoman bagi pihak JPN dalam melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap korporasi dari sisi hukum,” ujar Feri Wibisono, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Program edukasi dalam rangka peningkatan kompetensi JPN merupakan langkah strategis Jamdatun dalam rangka peningkatan kualitas layanan hukum dan pendampingan JPN terkait aspek hukum pasar modal. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan seri berikutnya mengenai aspek-aspek lainnya dalam pasar modal. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *