Jakarta, INDIEnews – PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Progress) telah menerima 156.255 polis atau mencakup 67,84% dari polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) per 9 Maret 2022. Di samping itu IFG Life juga telah membayarkan klaim atau manfaat yang telah disepakati sebesar Rp 2,7 triliun.

Plh Head of Corporate Secretary IFG Mahendra Djoko menyampaikan, saat ini proses pengalihan polis yang telah ditetapkan OJK dari Jiwasraya ke IFG Life masih terus berjalan. Perusahaan fokus untuk menyelesaikan pengalihan polis ini, yang juga merupakan bagian dari komitmen dan amanat yang diterima.

Baca Juga: IFG Progress: Dalam 5 Tahun, Hanya 15% Dana Unit Link Masuk Investasi

“Kami juga akan terus mengawal seluruh proses pengalihan polis ini secara governance. Hingga 9 Maret 2022, prosesnya telah mencapai 67,84% atau 156.255 polis yang telah ditransfer, dengan nilai pembayaran manfaat mencapai Rp 2,7 triliun. Proses migrasi polis dari Jiwasraya masih berlanjut,” kata Mahendra kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

Untuk memastikan perusahaan memiliki modal yang cukup, lanjut dia, Holding BUMN Klaster Perasuransian dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG Progress) sedang dalam proses penyelesaian fundraising.

“Nantinya dana fundraising tersebut akan digunakan untuk menambah kapasitas permodalan di IFG Life, dalam rangka penyelesaian pengalihan polis Jiwasraya. Adapun ekuitas IFG Life hingga Januari 2022 mencapai Rp 1,86 triliun,” beber Mahendra.

Kinerja Membaik

Di samping itu, dia memastikan, IFG Life mencatatkan kinerja yang cukup baik. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, nilai total aset IFG Life mencapai Rp 22,3 triliun, termasuk aset yang telah dialihkan dari Jiwasraya per Januari 2022. Adapun realisasi pendapatan premi mencapai Rp 131,28 miliar.

“Hingga Januari 2022 IFG Life memiliki risk based capital (RBC) sebesar 200%. Nilai itu berada di atas ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu 120%, yang artinya tingkat kesehatan IFG Life sebagai perusahaan asuransi saat ini terbilang sangat baik,” ujar Mahendra.

Kepercayaan Masyarakat

Dihubungi terpisah, pengamat Asuransi Irvan Rahardjo menyatakan, IFG Life bersama Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan diharapkan bisa berkontribusi lebih bagi industri perasuransian di Indonesia. Perusahaan diharapkan menjadi salah satu yang terdepan untuk bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat, di industri perasuransian.

“Dengan kekuatan yang begitu besar, IFG Life diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap industri perasuransian, khususnya asuransi jiwa. Begitu banyak anggota dalam IFG yang sebenarnya punya karakteristik khusus dan problem tersendiri, namun diharapkan sinergi bisa ikut membantu pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap industri perasuransian ini,” kata dia.

Terlepas dari itu, Irvan menilai, sangat memungkinkan jika kini IFG Life mencatatkan RBC yang cukup tebal. Ada beberapa faktor, salah satunya perusahaan belum beraktivitas penuh dan masih fokus dari polis-polis eks Jiwasraya. Kendati begitu, IFG Life diharapkan bisa mendorong kinerjanya, melihat skala bisnis yang dimiliki.

Sedangkan menyangkut transfer polis, dia mengakui realisasi yang dicatatkan IFG Life tersebut sudah sesuai jalurnya (on the track), meski restrukturisasi polis itu dibuat sepihak dan menyebabkan nasabah harus menerima hingga 40% pemotongan nilai polis (haircut).

Irvan juga mengingatkan bahwa ada sebagian nasabah lain yang menolak restrukturisasi dan pengalihan polis. Di antaranya, mereka mengajukan gugatan ke pengadilan negeri, permohonan pun telah disetujui, tapi belum mendapatkan hak-haknya. Sehingga, perlu untuk segmen ini mendapat perhatian yang sama.

“Ada setidaknya enam perkara yang sudah inkrah, dimenangkan nasabah, diantaranya adalah gugatan sederhana dengan nilai hanya Rp 500 juta. Ini bisa kembali mencederai kepercayaan masyarakat khususnya kepada BUMN. Belum lagi masalah kekurangan dana dari IFG Life, itu menunggu sampai kapan? Mereka harus cari dari pihak ketiga, karena tidak bisa lagi mengharapkan dari pemerintah,” papar Irvan.

Dia menambahkan, banyak risiko yang mengiringi restrukturisasi polis Jiwasraya ke IFG Progress, termasuk diantaranya adalah risiko hukum. Oleh karena itu, semua risiko perlu untuk ditangani dengan serius dan tuntas, sehingga tidak kembali mencederai kepercayaan nasabah asuransi terhadap industri perasuransian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *