Jakarta, INDIEnews – Influencer Doni Salmanan dihadirkan di tengah konferensi pers Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Selasa (15/3/2022).

Bersama Doni juga dipamerkan sejumlah barang bukti (barbuk) aset yang telah dikumpulkan Doni selama ini.

Dari mobil mewah, buku rekening, pakaian dan sepatu dari berbagai merek mewah, motor, juga uang tunai sebesar Rp 3,3 miliar.

Tumpukan uang Rp 3,3 miliar itu dibungkus rapi dalam sebuah plastik bening barang bukti.

Saat polisi mengangkat tumpukan uang tersebut, dalam video yang kini viral di media sosial, Doni terlihat melirik dari belakang.

Bukan pada tumpukan uang, melainkan Doni tampak melirik motor kesayangannya, Kawasaki Ninja H2 yang telah dimodifikasi.

Respons Doni itu sempat tertangkap kamera dan kini videonya viral di media sosial bahkan telah ditonton lebih dari 15 juta kali.

Beragam reaksi netizen muncul setelah melihat tatapan Doni atas aset miliknya yang telah menjadi barang sitaan. Ada yang penasaran tentang apa yang sebenarnya dilihat Doni dari kejauhan ada juga yang kemudian meminta Doni mengikhlaskan itu semua.

“Ambil hikmahnya karena semua hanyalah titipan,” tulis @zberrr077.

“Lirikan terakhirnya pada si kuning,” tulis akun @sasongkofirmansya.

“Itu padahal motor kesayangannya,” tulis @crf.s.m10.

“Dia memperhatikan motor yang dia sayang?,” tulis @kojaropriok.

Diberitakan sebelumnya, Doni Salmanan untuk pertama kalinya muncul saat jumpa pers Selasa (15/3/2022) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan binary option Quotex.

Gerak gerik Doni juga sempat menjadi sorotan, karena gerakan matanya yang menyipit menandakan Doni tetap melemparkan senyum dari balik maskernya.

Doni juga melambaikan tangan sambil tetap tersenyum saat namanya dipanggil.

Influencer berusia 23 tahun itu terancam hukuman 20 tahun penjara dengan pasal berlapis yaitu Undang-Undang (UU) Informasi Teknologi dan Elektronik (ITE), KUHP, dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *