Menu

Mode Gelap
Dirut Pelindo Hadiri Penyerahan Kurban Regional 4 Forum Kehumasan Pelindo Regional 4, Perkuat Kompetensi Komunikasi dan Keterbukaan Informasi Pegadaian Peduli: Dukung Pendidikan, Pegadaian Salurkan Bantuan Renovasi untuk SD Aisyiyah Pangkep Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Penipuan CANTVR dan YUDIA KPPU Putus Docomo Terlambat Notifikasi, dengan Denda Rp 2 Miliar PT. Walbrik Sindo Sejahtera Makmur Bangun Sinergi dengan Warga

Ekobis

Total Aset Perbankan di Sulsel Tumbuh Sebesar 5,33 Persen

badge-check


					Total Aset Perbankan Sulampua Perbesar

Total Aset Perbankan Sulampua

Makassar – Pada posisi Desember 2025, kinerja perbankan di Sulawesi Selatan pada indikator Total Aset, Dana Pihak Ketiga dan Kredit menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset perbankan tumbuh sebesar 5,33 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp214,32 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,74 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp146,61 triliun.

DPK di Provinsi Sulawesi Selatan didominasi oleh tabungan dengan share 59,92 persen, disusul Deposito sebesar 25,23 persen dan Giro sebesar 14,85 persen. Adapun kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 5,26 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp172,92 triliun. Penyaluran kredit pada tahun 2025 tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan penyaluran kredit pada tahun 2024 sebesar 4,23 persen, yang menunjukkan adanya percepatan pembiayaan kepada sektor riil seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi daerah.

Pertumbuhan kredit didorong oleh penyaluran kredit produktif dengan share 53,07 persen yang berhasil tumbuh positif sebesar 3,06 persen pada tahun 2025 setelah sebelumnya terkontraksi sebesar -0,08 persen pada tahun 2024. Di sisi lain kredit konsumtif juga masih mencatatkan pertumbuhan yang tinggi yaitu sebesar 7,85 persen. Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, kredit yang disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran memiliki porsi terbesar dengan share 22,19 persen.

Kinerja intermediasi perbankan di Sulawesi Selatan tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 117,95 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level 3,65 persen.

Perbankan Syariah turut menunjukkan pertumbuhan positif pada posisi Desember 2025. Total aset perbankan syariah tumbuh sebesar 22,38 persen (yoy) menjadi Rp21,81 triliun, dengan penghimpunan DPK yang tumbuh 20,64 persen menjadi Rp14,66 triliun dan penyaluran pembiayaan juga tumbuh sebesar 23,69 persen (yoy) menjadi Rp17,58 triliun. Tingkat intermediasi perbankan Syariah berada pada level 119,94 persen dengan tingkat NPF pada level 1,72 persen.

Baca Lainnya

Forum Kehumasan Pelindo Regional 4, Perkuat Kompetensi Komunikasi dan Keterbukaan Informasi

22 Mei 2026 - 14:34 WITA

IMG-20260522-WA0016

Pegadaian Peduli: Dukung Pendidikan, Pegadaian Salurkan Bantuan Renovasi untuk SD Aisyiyah Pangkep

22 Mei 2026 - 14:30 WITA

IMG-20260522-WA0015

Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Penipuan CANTVR dan YUDIA

22 Mei 2026 - 10:17 WITA

ee8a9870-ad8f-4061-a43e-e0ddf1699fd8-3

KPPU Putus Docomo Terlambat Notifikasi, dengan Denda Rp 2 Miliar

22 Mei 2026 - 09:56 WITA

IMG-20260522-WA0009

PT. Walbrik Sindo Sejahtera Makmur Bangun Sinergi dengan Warga

22 Mei 2026 - 08:53 WITA

IMG-20260522-WA0008
Trending di Ekobis