Menu

Mode Gelap
Gabungkan Konsep Hospitality Modern dengan Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Transformasi Menu Berbasis Tanaman, Artotel Group Resmi Kenalkan Inisiatif Terbaru “A REBELLIOUS HUNGER” Rayakan Hari Kartini, Kalla Toyota Hadirkan Promo Spesial Bunga Rendah 1,21% Kupas Tuntas Coretax, KP2KP Masamba Kawal Bendahara Dinas Pendidikan Luwu Utara Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Integritas Melalui TWG Bertema ISO 37001 Ajak Perempuan Teladani Kartini, OJK Gelar Inspiring Talkshow di Rembang Perkuat Sinergi Infrastruktur Pelabuhan Bank Mandiri Kunjungi Makassar New Port

Berita

Danny Pomanto dan 93 Wali Kota Dunia Bahas Isu dan Tantangan Keberlanjutan Perkotaan di Singapura

badge-check


					Danny Pomanto dan 93 Wali Kota Dunia Bahas Isu dan Tantangan Keberlanjutan Perkotaan di Singapura Perbesar

MEDIACREATIVE.ID – SINGAPURA,- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto kembali berbagi pengalaman di hadapan para pemimpin se-dunia dalam agenda Mayor Forum World Cities Summit (WCS) 2024, di Singapura, Senin, 3 Juni 2024.

Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto bersama 93 kota dunia yang diundang secara khusus di WCS melanjutkan diskusi mengenai isu dan tantangan perkotaan dengan tema besar Liveable and Sustainable Cities : “Rejuvenate, Reinvent and Reimagine”

Para wali kota ini berbagi pengalaman dan praktek baik atas upaya-upaya memperbaiki kehidupan masyarakat kota secara terpadu dan inklusif.

Danny Pomanto mengatakan Program Lorong Wisata-nya merupakan inovasi kota yang berhasil mengubah lingkungan lorong menjadi lebih berdaya.

“Lorong yang tadinya kumuh menjadi ruang-ruang tamu kota yang indah, hijau dan produktif,” kata Danny pada sela-sela acara.

Dia menjelaskan, Lorong Wisata (Longwis) memiliki cakupan yang lebih luas dan bukan sekadar destinasi wisata baru. Program ini pula sebagai salah satu upaya Pemkot Makassar memulihkan ekonomi berbasis masyarakat.

“Longwis merupakan sebuah multi inovasi yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan sehingga masyarakat diberdayakan dengan adanya kemandirian berwirausaha di lorong-lorong,” jelas Danny Pomanto.

Begitu pun dengan upaya Pemkot Makassar menuju low carbon city atau kota rendah karbon.

Makassar sendiri telah menjalankan program resilient dan low carbon city untuk menangani dampak perubahan iklim.

Cita-cita kota rendah karbon ini, ujar Danny, harus berawal dari lorong-lorong juga.

“Persoalan emisi karbon ini intinya ialah perilaku manusia. Semua ini terjadi (emisi karbon) karena perilaku manusia,” ucapnya.

Olehnya itu yang harus dirubah. Makanya di Makassar, di lorong-lorong dibuat menjadi lorong wisata. Di dalamnya ada Public Engagement dan Protokol Sentuh Hati.

Dengan berkembangnya sirkulasi ekonomi, membuat masyarakat berdaya dan mandiri serta menjadikan lingkungan hijau sehingga membantu menurunkan emisi karbon di udara.

Danny menambahkan pengalaman-pengalaman kota-kota di dunia ini penting sebagai bahan belajar kota-kota lain yang menghadapi isu serupa.

“Olehnya WCS menjadi ajang internasional yang sangat penting bagi kota,” harapnya. *********

Baca Lainnya

Jatuh Bangun di Medan Terjal, Tim SAR Kodam XIV/Hasanuddin Temukan Enam Korban Pesawat ATR 42-500

22 Januari 2026 - 18:13 WITA

Makassar Sambut Tahun Baru dengan Doa dan Empati, Wali Kota Munafri Larang Petasan dan Konvoi

17 Desember 2025 - 21:09 WITA

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin

Utang Pinjol Warga Sulsel Tembus Rp2,18 Triliun: Krisis Baru di Tengah Lemahnya Literasi dan Gagalnya Sistem Ekonomi Daerah

15 Desember 2025 - 20:12 WITA

Indosat Jadi Satu-satunya Telco Indonesia yang Masuk ke Fortune 100 Best Companie

12 Desember 2025 - 13:15 WITA

Fortune 100 Best Companie

Pangdam XIV/Hasanuddin Pererat Kemitraan Strategis dengan Universitas Hasanuddin

9 Desember 2025 - 07:41 WITA

Trending di Berita