Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Ekobis

Edukasi Literasi Keuangan dan Sosialisasi SBR015 di Makassar, Kemenkeu Ajak ASN Investasi di Instrumen yang Aman

badge-check

Edukasi Literasi Keuangan dan Sosialisasi SBR015 di Makassar, Kemenkeu Ajak ASN Investasi di Instrumen yang Aman Perbesar

MAKASSAR – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), bersama Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Edukasi Literasi Keuangan dan Sosialisasi Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015T2 dan SBR015T4 di Aula Rongkong, Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta secara luring dari unit vertikal Kementerian Keuangan di Makassar dan sekitarnya, satuan kerja Kementerian/Lembaga mitra kerja KPPN Makassar, instansi pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Lembaga Penjamin Simpanan.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Selatan selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan, Martha Octavia, dalam sambutannya menyoroti kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan yang kerap membuat masyarakat terjerat pinjaman online ilegal, judi online, maupun investasi bodong. Mengangkat falsafah Bugis-Makassar sipakatau, sipakainge, sipakalebbi, ia mengajak ASN Kementerian Keuangan menjadi duta literasi keuangan dan saling mengingatkan keluarga serta rekan untuk memilih instrumen investasi yang aman, sebelum secara resmi membuka kegiatan.

Dalam keynote speech-nya, Kepala Subdirektorat Program dan Manajemen Pengetahuan Direktorat Surat Utang Negara, Arif Prabowo Sulistiono, memaparkan peran APBN sebagai alat untuk mencapai tujuan pembangunan. Defisit APBN dipenuhi melalui pembiayaan anggaran, antara lain melalui penerbitan Surat Berharga Negara. “Utang merupakan alat, bukan tujuan. Pembiayaan melalui utang diperlukan agar pemerintah dapat menjalankan fungsi penting dan mendesak dengan lebih cepat, menjaga momentum pembangunan, sekaligus berbagi beban secara adil antargenerasi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa utang dikelola secara prudent, tecermin dari rasio utang terhadap PDB Indonesia yang relatif rendah dibandingkan sejumlah negara kawasan dan negara berkembang lainnya.

Sesi pemaparan materi dipandu oleh Renaldo Christian Gideon, Analis Keuangan Negara Ahli Muda Direktorat Surat Utang Negara, dengan Rena Mustika Tresna, Analis Keuangan Negara Ahli Muda Direktorat Surat Utang Negara, selaku narasumber.

Rena mengulas SUN ritel sebagai instrumen Investasi yang dirancang khusus bagi individu Warga Negara Indonesia, dengan tujuan memperluas basis investor domestik dan mewujudkan kemandirian pembiayaan pembangunan. “SBR015 aman karena pembayaran kupon dan pokoknya dijamin oleh Undang-Undang. Kuponnya mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor), dibayarkan setiap bulan, dan dapat dibeli mulai Rp1 Juta,” ujar Rena. Ia juga menjelaskan bahwa SBR015 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, namun investor dapat mengajukan pencairan lebih awal (early redemption) maksimal 50 persen dari kepemilikan, serta menguraikan tahapan pemesanan secara online, mitra distribusi, dan kanal pembayaran.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Keuangan berharap literasi keuangan ASN dan masyarakat di Sulawesi Selatan semakin meningkat dan mendorong terbentuknya perilaku finansial yang bijak dan berkelanjutan. SBR015, pilihan berharga untuk menoreh masa depan. Adapun pokok-pokok Ketentuan dan Persyaratan SBR015 adalah sebagai berikut:

No. Keterangan SBR015T2 SBR015T4

1. Periode Registrasi Setiap saat pada Mitra Distribusi yang telah ditetapkan

2. Masa Penawaran Pembukaan: 28 September 2026 pukul 09.00 WIB

Penutupan: 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB

3. Bentuk dan Karakteristik Obligasi

Obligasi Negara tanpa warkat; tidak dapat diperdagangkan, tidak dapat  dilikuidasi/dicairkan sampai dengan jatuh tempo, kecuali pada periode early redemption.

4. Tanggal Penetapan

Hasil Penjualan 26 Oktober 2026

5. Tanggal Setelmen 28 Oktober 2026

6. Tanggal Jatuh Tempo 10 Oktober 2028 10 Oktober 2030

7. Minimum Pemesanan Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah)

8. Maksimum Pemesanan

Rp5.000.000.000,00

(lima miliar rupiah)

Rp10.000.000.000,00

(sepuluh miliar rupiah)

9. Jenis Kupon Mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor)

10. Tingkat Kupon 6,75% per tahun 6,85% per tahun

11. Periode Early

Redemption

27 Oktober 2027 (pukul 09.00 WIB)

– 4 November 2027 (pukul 15.00)

30 Oktober 2028 (pukul 09.00 WIB) –

6 November 2028 (pukul 15.00)

12. Pembayaran Kupon Tanggal 10 setiap bulan

13. Pembayaran Kupon

Pertama Kali 10 Desember 2026

Pemesanan pembelian SBR015T2 dan SBR015T4 dapat dilakukan melalui sistem elektronik 29 Mitra

Distribusi yang telah ditetapkan (18 bank umum, 7 perusahaan efek, dan 4 perusahaan financial technology APERD), dalam 4 tahap: (i) registrasi, (ii) pemesanan, (iii) pembayaran, dan (iv)  setelmen/konfirmasi. Sebelum melakukan pemesanan, calon investor diharapkan memahami Memorandum Informasi SBR015 yang dapat diakses pada landing page www.kemenkeu.go.id/sbr.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sulsel dan Kabupaten Selayar Raih TPAKD Terbaik 2026

23 Okt 2026 - 10:20 WITA

Sulsel dan Kabupaten Selayar Raih TPAKD Terbaik 2026

Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Yonif 700/WYC, Pastikan Kesiapan Prajurit Hadapi Tugas

22 Okt 2026 - 23:42 WITA

Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Yonif 700/WYC, Pastikan Kesiapan Prajurit Hadapi Tugas

TPAKD Award 2026, Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah

22 Okt 2026 - 23:15 WITA

TPAKD Award 2026, Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah

Presiden RI Prabowo Subianto Hadiri Rakornas TPAKD 2026

22 Okt 2026 - 23:02 WITA

Presiden RI Prabowo Subianto Hadiri Rakornas TPAKD 2026

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE melalui Pelatihan Tanggap Darurat

22 Okt 2026 - 22:46 WITA

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE melalui Pelatihan Tanggap Darurat
Trending di Ekobis