Makassar – Bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momen spiritual bagi umat Islam, tetapi juga sarat dengan tradisi yang mempererat tali persaudaraan. Salah satu tradisi yang dinanti-nantikan adalah buka puasa bersama atau bukber.
Lebih dari sekadar mengenyangkan perut, buka puasa bersama memiliki makna dan nilai-nilai luhur. Kebersamaan dalam menyantap hidangan mencerminkan rasa kedekatan dan mempererat silaturahmi antar keluarga, teman, dan kolega. Momen ini menjadi ajang untuk saling bertukar cerita, menjalin keakraban, dan memperkuat rasa persaudaraan.

Buka puasa bersama merupakan bagian dari Program Kerja Bidang Sosial & Rohani yang dikoordinir Hj. Andi Dewi Mawang selaku WKU, dan Ketua Bidang Dr. Andi Evi Anggraini, SE., SH., Mkn. Agenda ini rutin dilaksanakan DPD PIM Sulsel setiap tahun di bulan ramadhan dan ini menjadi rangkaian Amaliah Ramadan PIM Sulsel. Buka puasa dilaksanakan di kediaman H. Arifin Abdulah dan Hj. Andi Ria Arifin, Rabu (12/3/2025).
Tausiah Ramadan dalam acara buka puasa bersama dibawakan Ustad Ir. Ahmad Ibrahim, MM, MBA. , pembacaan ayat suci Al- Qur’an oleh Wanti Bara’ Padang dan Saritilawah Hartati Kasim. Yang memandu acara buka puasa bersama ini Dr. Inneke, M.Pd.
Ibadah puasa merupakan ibadah yang “rahasia”. Hanya diri kita sendiri dan Allah SWT yang tahu apakah kita melaksanakan ibadah puasa atau tidak. Lain halnya dengan ibadah sholat yang dapat dilihat oleh orang lain. Puasa merupakan kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT untuk melatih kejujuran minimal jujur kepada diri sendiri. Apabila kejujuran dalam puasa ini kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari maka kita akan menjadi orang yang amanah dan hidup pun menjadi tenang. Puasa hakikatnya merupakan ibadah yang sangat istimewa berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain. Puasa sangat efektif untuk meningkatkan ketakwaan dan mendidik seseorang menjadi pribadi yang jujur.

















