Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Ekobis

Makassar Tuan Rumah IIFS 2026

badge-check

Makassar Tuan Rumah IIFS 2026 Perbesar

MAKASSAR – Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 adalah Forum tahunan keuangan syariah yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini kembali digelar selama dua hari tanggal 2-3 November 2026 di Kota Daeng, Makassar.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi regulator, akademisi, dan pelaku industri dalam mengembangkan ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi serta mendukung pertumbuhan ekonomi halal yang berkelanjutan.

Mengangkat tema (Strengthening Islamic Finance Ecosystems to Advance Sustainable Halal Economic Growth) Memperkuat Ekosistem Keuangan Syariah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Halal yang Berkelanjutan.

Adapun Rangkaian kegiatannya yaitu peluncuran Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah Indonesia, Level Forum, International Islamic Finance Conference, peluncuran CWLD Kota Wakaf bersama BWI, serta agenda sektoral keuangan syariah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, beserta jajaran anggota Dewan Komisioner OJK dan para pemangku kepentingan sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mendukung penuh penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah untuk memperluas peluang pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat penetrasi produk Indonesia ke pasar global.

Dikatakannya bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan berbagai sektor usaha, mulai dari industri halal, makanan dan minuman halal, hingga fesyen muslim dan pariwisata ramah muslim.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap mendukung langkah kolaboratif tersebut untuk memastikan bahwa pembiayaan dan instrumen keuangan syariah dapat menjangkau sektor riil, UMKM, serta program pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa Indonesia memiliki modalitas yang besar untuk memperkuat industri keuangan syariah. Potensi tersebut didukung oleh pertumbuhan aset keuangan syariah, kebijakan pemerintah, landasan regulasi, serta besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia.

Menurut Friderica, seluruh sektor tersebut perlu dikembangkan secara terpadu agar mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Peran daerah di indonesia, utamanya provinsi sulawesi selatan juga sangat penting dalam menyukseskan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai program dan kerja sama yang dilaksanakan di daerah. Harapan kita, industri ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia semakin maju. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar

2 Nov 2026 - 20:34 WITA

Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar

Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, OJK Luncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah

2 Nov 2026 - 20:29 WITA

Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah,  OJK Luncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah

Puncak Syariah Financial Fair (SYAFIF) 2026

2 Nov 2026 - 20:15 WITA

Puncak Syariah Financial Fair (SYAFIF) 2026

Indonesia Perkuat Kerja Sama Pajak Global, Dirjen Pajak Tandatangani GIR MCAA

2 Nov 2026 - 10:32 WITA

Indonesia Perkuat Kerja Sama Pajak Global, Dirjen Pajak Tandatangani GIR MCAA

Puncak Syariah Financial Fair 2026

1 Nov 2026 - 23:34 WITA

Puncak Syariah Financial Fair 2026
Trending di Ekobis