Menu

Mode Gelap
Pangdam XIV/Hasanuddin Ikuti Rapat Strategis, Pengelolaan TMP Nasional OJK Perkuat Ekosistem Pesantren Melalui Literasi dan Perluasan Akses Keuangan Syariah Sinergi OJK, Industri Jasa Keuangan dan PT Comextra Majora, Edukasi Keuangan dan Survei Pengembangan Komoditi Kakao Kunjungan Sespimti Polri ke Kodam XIV/Hsn, Perkuat Sinergitas TNI-Polri NTT Docomo Hadiri Pemeriksaan Cepat di KPPU AtasPerkara Notifikasi Akusisi Dari Paroki Santo Clemens Mandonga, DJP Perkuat Pendekatan Humanis di Momentum SPT

Ekobis

Indeks Persaingan Usaha Meningkat, KPPU Tekankan Peran Kompetisi Sebagai Mesin Transformasi Ekonomi

badge-check


					IMG-20260126-WA0102 Perbesar

IMG-20260126-WA0102

Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menegaskan bahwa persaingan usaha yang sehat merupakan fondasi utama transformasi ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global, percepatan digitalisasi, dan konsolidasi usaha. Penegasan tersebut disampaikan dalam forum Competition Outlook 2026, yang sekaligus memaparkan capaian Indeks Persaingan Usaha (IPU) Tahun 2025 serta arah kebijakan persaingan usaha nasional menuju 2026.

Hasil pengukuran IPU Tahun 2025 menunjukkan skor 5,01 pada skala 1–7, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,95. Capaian ini melanjutkan tren penguatan persaingan usaha nasional sejak 2021 pascapandemi. Secara historis, IPU Indonesia tercatat naik dari 4,63 pada 2018 menjadi 5,01 pada 2025, mencerminkan perbaikan struktur dan dinamika pasar dalam jangka menengah.

Peningkatan tersebut terjadi hampir di seluruh dimensi persaingan usaha, meliputi struktur pasar, perilaku pelaku usaha, kinerja pasar, sisi penawaran dan permintaan, serta kelembagaan. Satu-satunya dimensi yang mengalami penurunan terbatas adalah regulasi.

Kondisi ini mengindikasikan masih adanya tantangan harmonisasi kebijakan serta efektivitas aturan di tingkat pusat dan daerah yang berpotensi memengaruhi iklim persaingan.

“Kenaikan IPU bukan sekadar angka statistik. Ini adalah sinyal bahwa pasar Indonesia bergerak ke arah yang lebih efisien, terbuka, dan kompetitif. Secara empiris, persaingan usaha yang kuat berkontribusi langsung pada peningkatan produktivitas, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas,” ujar Anggota KPPU Eugenia Mardanugraha dalam forum tersebut.

Dari perspektif kewilayahan, IPU 2025 masih memperlihatkan ketimpangan antarprovinsi. Provinsi-provinsi di Pulau Jawa mendominasi kelompok dengan tingkat persaingan usaha tertinggi, sementara sejumlah wilayah di Indonesia Timur masih berada di bawah rata-rata nasional. Temuan ini menegaskan pentingnya

pengarusutamaan kebijakan persaingan usaha di daerah sebagai bagian integral dari strategi pemerataan ekonomi dan pembangunan nasional.

KPPU menekankan bahwa IPU tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur, tetapi juga sebagai policy dashboard untuk mengidentifikasi hambatan masuk pasar, risiko dominasi, serta potensi praktik anti persaingan lintas sektor dan wilayah. Oleh karena itu, KPPU terus mendorong integrasi IPU dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional dan daerah, termasuk dalam penyusunan regulasi sektoral dan perencanaan pembangunan.

Memasuki tahun 2026, tantangan persaingan usaha diproyeksikan semakin kompleks seiring percepatan transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan, meningkatnya konsolidasi usaha, serta menguatnya peran platform digital. Isu seperti penguncian ekosistem, penguasaan dan akumulasi data sebagai hambatan masuk pasar, algoritma penetapan harga, serta akuisisi yang berpotensi menekan persaingan menjadi fokus pengawasan ke depan.

Dalam konteks tersebut, KPPU menegaskan peran strategisnya tidak hanya sebagai penegak hukum persaingan usaha, tetapi juga sebagai arsitek ekosistembpersaingan melalui advokasi kebijakan, pengembangan sistem peringatan dini (early warning system), serta penguatan pengawasan di sektor-sektor strategis seperti ekonomi digital, pangan, dan energi.

“Transformasi ekonomi membutuhkan proses creative destruction yang sehat, di mana inovasi menggantikan inefisiensi, bukan dilumpuhkan oleh hambatan masuk dan praktik anti persaingan. Di sinilah peran persaingan usaha dan KPPU menjadi krusial,” tambah Eugenia.

Pandangan serupa disampaikan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Prof. Dr. Mohammad Ikhsan. Menurutnya, persaingan merupakan prasyarat utama inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan. “Tanpa persaingan, tidak ada inovasi. Tanpa inovasi, pertumbuhan hanya ilusi jangka pendek. Creative destruction harus dijaga agar menghancurkan inefisiensi, bukan mematikan kesempatan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen, dan Tertib Niaga Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. Ir. Ismariny, M.Sc., menegaskan bahwa penguatan persaingan usaha sejalan dengan strategi Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan meningkatkan daya saing jangka panjang.

Ke depan, KPPU berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya agar persaingan usaha menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar pelengkap kebijakan. Dengan fondasi persaingan yang kuat, Indonesia diharapkan mampu menjaga momentum transformasi ekonomi, meningkatkan daya saing nasional, dan bergerak lebih cepat menuju visi pembangunan jangka panjang.

Sebagai informasi, Forum Competition Outlook 2026 diselenggarakan dalam dua sesi.

Sesi pertama memaparkan hasil Indeks Persaingan Usaha 2025 oleh Prof. Dr. Maman Setiawan, S.E., M.T., Ph.D., selaku Ketua Tim Survei IPU 2025, bersama Robby Fadillah dari Kementerian PPN/Bappenas. Sesi kedua membahas Outlook Persaingan Usaha 2026 dengan menghadirkan Dr. Ir. Ismariny, M.Sc., Dr. M. Azis Syamsuddin, Prof. Dr. Mohammad Ikhsan, serta Prof. Dr. Sukarmi.

Baca Lainnya

OJK Perkuat Ekosistem Pesantren Melalui Literasi dan Perluasan Akses Keuangan Syariah

15 April 2026 - 08:50 WITA

IMG-20260415-WA0009

Sinergi OJK, Industri Jasa Keuangan dan PT Comextra Majora, Edukasi Keuangan dan Survei Pengembangan Komoditi Kakao

15 April 2026 - 08:41 WITA

IMG-20260415-WA0006

NTT Docomo Hadiri Pemeriksaan Cepat di KPPU AtasPerkara Notifikasi Akusisi

14 April 2026 - 08:14 WITA

IMG-20260414-WA0004

Dari Paroki Santo Clemens Mandonga, DJP Perkuat Pendekatan Humanis di Momentum SPT

14 April 2026 - 07:42 WITA

Screenshot_2026-04-14-07-36-34-15_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

Silahturahmi dan Kolaborasi, OJK SULSEL SULBAR Gelar Halalbihalal

13 April 2026 - 07:00 WITA

IMG-20260410-WA0007
Trending di Ekobis