OJK juga mendorong perluasan akses keuangan syariah dalam ekosistem pesantren melalui kegiatan FEBIS, yang diikuti oleh sekitar 150 peserta, terdiri atas pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama, supplier sebagai bagian dari rantai pasok ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pelaku usaha di lingkungan pesantren.
Kegiatan ini menghadirkan sesi pemaparan dari Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah serta sesi business matching dalam bentuk diskusi antara pelaku usaha dan PUJK Syariah, untuk membantu memperdalam pemahaman masyarakat selaku pelaku usaha dalam memilih alternatif produk keuangan syariah sesuai kebutuhan dan kemampuannya.

Sebagai upaya perluasan akses keuangan syariah melalui pelaksanaan kegiatan business matching, FEBIS memiliki fokus utama kegiatan yang meliputi peningkatan pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan syariah, serta mendorong potensi perluasan akses keuangan melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha agar sesuai dengan prinsip kehati-hatian (prudential) yang diterapkan oleh PUJK Syariah.
Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat lebih memahami aspek-aspek yang diperlukan dalam mengakses pembiayaan secara sehat dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula acara seremonial peresmian fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pesantren yang menjadi bukti konkret implementasi Program Prioritas Pemerintah di ekosistem Pesantren.
Dalam rangkaian acara juga dilakukan simbolisasi pembukaan akses keuangan syariah pada Pesantren serta penandatanganan prasasti untuk 27 SPPG sebagai bagian dari penguatan ekosistem pesantren.
Peresmian ini menjadi wujud sinergi antara sektor keuangan syariah dan ekonomi riil dalam mendukung pengembangan ekosistem pesantren yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK M. Ismail Riyadi, Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Yunita Lindasari beserta jajaran, Wakil Ketua PBNU KH. Amin Said Husni beserta jajaran, Ketua Bidang Ekonomi PBNU KH. Fahmi Akbar Idries, Ketua Tim Koordinasi dan Akselerasi (TKA) PBNU Alissa Wahid, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. Anwar Manshur dan KH. Abdullah Kafabihi Mahrus beserta jajaran masyayik Lirboyo lainnya, Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BNS) Alex Sofian Noor, Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia (BSI) Kemas Erwan Husainy, serta Forkopimda Jawa Timur beserta jajaran.













