Makassar, 15 Agustus 2024. Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai Sektor Jasa Keuangan di wilayah Sulawesi Selatan hingga Juni 2024 terus tumbuh positif secara berkelanjutan dan stabil.Total aset perbankan di Sulawesi Selatan posisi Juni 2024 tumbuh 7,60 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp195,79 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,84persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp131,52 triliun, dan kredit yang disalurkantumbuh sebesar 9,01 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp161,20 triliun.(Rp. Triliun)Jun 24 (ytd)(Rp. Triliun)Jun 24 (ytd)(Rp. Triliun)Jun 24 (ytd)Des 23 (yoy)3,01%Des 23 (yoy)2,28%Des 23 (yoy)1,88%Rp139,29 TJun 24 (yoy)Rp116,99 TJun 24 (yoy)Rp147,88 T9,01%Rp174,54 TJun 24 (yoy)Rp181,96 T7,60%Rp121,96 T7,84%9,13% KreditAset10,10% DPK13,15%Des22 Jun 23 Rp161,20 TDes22 Jun 23 Rp131,52 TDes22 Jun 23 Rp195,79 TRp127,67 TRp157,62TRp192,17 TJun 24Jun 24Jun 24Des23Des23Des23
Tingkat risiko kredit Perbankan di Sulawesi Selatan masih tetap terjaga tercermin pada rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 3,04 persen dan berada di bawah ambang batas (threshold) sebesar 5 persen.

Berdasarkan kegiatan,NPL Bank umum dan BPR masing-masing sebesar 3,04 persen dan 3,21 persen.Adapun indikator fungsi intermediasi (Loan to Deposit Ratio – LDR) mencapai 124,93 persen.NPL PerbankanLDR PerbankanRp3.04 % 124.93 %Rp4.00%Bank Umum BPR140%3.50%130%2.55%3.41%123.41%126.01%2.50%3.33%3.04%3.21%3.00%120%122.60% 121.35%3.25%2.81%3.10%122.57%119.00%2.50%110%113.12%2.00%2.27%100%1.50%90%91.78%87.97%87.58%1.00%80%0.50%70%3.00%Des 2160%Des 21Des 22Jun 23Des 23Jun 24Des 22Jun 23Des 23Jun 24 Terdapat perubahan komponen perhitunganLDR BPR Konvensional sejak bulan Desember 2023 Bank Umum BPR.
Berdasarkan sektor ekonomi, proporsi penyaluran kredit terbesar di sektor perdagangan besar dan eceran (24,01 persen), sektor pemilikan peralatan RT lainnya (17,34 persen), dan sektor pemilikan rumah tinggal (15,18 persen).
Untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), realisasi penyaluran KUR di Sulawesi Selatan sampai dengan 9 Agustus 2024 sebesar Rp10,41 triliun kepada 186.987 debitur.Penyaluran KUR terbesar pada sektor pertanian sebesar Rp4,53 triliun (43,47 persen) dan sektor perdagangan sebesar Rp3,68 triliun (35,31 persen).Penyaluran KUR didominasi oleh segmentasi Mikro dengan penyaluran mencapai Rp8,30 triliun (79,73 persen). Penyaluran KUR terkonsentrasi pada 5 kabupaten dengan total share sebesar 40,36 persen yaitu Makassar, Bone, Gowa, Wajo, dan Bulukumba.
Sejak Januari sampai dengan Juli 2024, Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah melaksanakan 512 kegiatan edukasi kepada masyarakat dengan jumlah peserta 73.262 orang yang terdiri dari pelaku UMKM, ibu rumah tangga, ASN, komunitas, difabel, mahasiswa, maupun pelajar. Data layanan konsumen sejak Januari s.d. Juli 2024 terdapat 281 layanan konsumen yang terdiri dari 76 layanan pengaduan, 103 pemberian informasi, dan 102 penerimaan informasi. Dari total layanan konsumen tersebut sebanyak 177 layanan terkait perbankan, 78 layanan terkait perusahaan pembiayaan, 9 layanan Non LJK, 8 layanan terkait asuransi, 5 layanan terkait fintech, 2 dana pensiun, 1 terkait pasar modal, dan 1 terkait pergadaian. Sedangkan, untuk SLIK sejak Januari hingga 31 Juli 2024 terdapat 5.578 layanan.
















