Menu

Otomatis
Breaking News

Edukasi

Sinergi Hijau: Kombinasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam Mewujudkan Desa Sehat

badge-check

Sinergi Hijau: Kombinasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam Mewujudkan Desa Sehat Perbesar

Sulsel – Di tengah semangat membangun desa sehat dan mandiri, sekelompok mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) menciptakan terobosan melalui program “Sinergi Hijau: Kombinasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam Mewujudkan Desa Sehat.” Program ini menjadi bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di Desa Ledu-Ledu, Kabupaten Luwu Timur, selama 42 hari, mulai 8 Juli hingga 17 Agustus 2025.

Program “Sinergi Hijau” lahir dari gagasan sederhana: memanfaatkan potensi lokal tanaman obat keluarga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat desa. Melalui pendekatan kolaboratif, mahasiswa bekerja sama dengan Pemerintah Desa Ledu-Ledu, dosen pembimbing lapangan Unhas, serta masyarakat setempat terutama ibu rumah tangga dan pengurus Bumdes untuk mewujudkan desa yang lebih sehat dan berdaya.

Enam mahasiswa lintas jurusan terlibat aktif dalam merancang dan menjalankan berbagai kegiatan yang berfokus pada kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan utama KKN ini berpusat pada pengembangan kebun TOGA dengan konsep Sinergi Hijau, yakni menanam tanaman obat seperti jahe, kunyit, kencur, daun sirih, dan lidah buaya secara terpadu agar manfaatnya saling melengkapi.

Selain itu, mahasiswa juga mengadakan pelatihan pembuatan ramuan herbal sederhana mulai dari teh jahe hingga minuman kunyit asam yang mudah dibuat dan memiliki khasiat bagi kesehatan keluarga. Mereka pun menyusun dan membagikan buku panduan TOGA kepada warga sebagai sumber belajar berkelanjutan.

Tak berhenti di situ, tim KKN turut menyelenggarakan penyuluhan kesehatan berbasis tanaman herbal, di mana masyarakat diajak mengenal lebih dekat manfaat tanaman obat dan cara pengolahannya secara aman serta efektif.

Selama di Ledu-Ledu, para mahasiswa tidak hanya menjalankan program utama, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan edukatif seperti gotong royong lingkungan, lomba kebersihan antar-RT, dan pembuatan taman TOGA yang kini menjadi ikon baru desa.

Melalui kegiatan ini, masyarakat merasakan langsung manfaat sinergi antara pengetahuan akademik dan kearifan lokal. Kepala Desa Ledu-Ledu menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa Unhas yang dinilai mampu menghidupkan semangat gotong royong dan kesadaran hidup sehat berbasis alam.

Program “Sinergi Hijau” menjadi contoh nyata bagaimana ilmu yang diperoleh di kampus dapat diterapkan secara nyata di masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa Unhas berhasil menanamkan nilai keberlanjutan dan kemandirian melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga.

Harapannya, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa lain di Luwu Timur untuk membangun desa sehat yang berpihak pada alam dan memberdayakan warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

1.500 Pelari Ikut GoldRun Pegadaian 2026, Dapat Sehatnya Raih Investasinya

8 Sep 2026 - 21:33 WITA

1.500 Pelari Ikut GoldRun Pegadaian 2026, Dapat Sehatnya Raih Investasinya

Program Edukasi, Pelindo Ajak Pelajar Makassar Jauhi Narkoba

2 Sep 2026 - 17:31 WITA

Program Edukasi, Pelindo Ajak Pelajar Makassar Jauhi Narkoba

Pangkas Kerumitan Pajak Instansi, KP2KP Masamba Beri Solusi Praktis untuk Bendahara

24 Agu 2026 - 18:48 WITA

Pangkas Kerumitan Pajak Instansi, KP2KP Masamba Beri Solusi Praktis untuk Bendahara

KPPU Makassar Dorong Persaingan Sehat dan Kemitraan Adil di Sektor Perunggasan Sulawesi Selatan

21 Agu 2026 - 16:42 WITA

KPPU Makassar Dorong Persaingan Sehat dan Kemitraan Adil di Sektor Perunggasan Sulawesi Selatan

Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Melalui Pramuka Cerdas Keuangan di Jambore Nasional XII 2026

19 Agu 2026 - 14:34 WITA

Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Melalui Pramuka Cerdas Keuangan di Jambore Nasional XII 2026
Trending di Liputan Khusus